Viral, Pemuka Agama Ustaz Sa’adullah Basuni Hina Banser, NU, dan Ma’ruf Amin, Berikut Rekaman Videonya

Ustad Sa’adullah Basuni (pegang mic) saat mengisi salah satu kajian, Kecamatan Tumpang (Foto : Screenshoot video)
Ustad Sa’adullah Basuni (pegang mic) saat mengisi salah satu kajian, Kecamatan Tumpang (Foto : Screenshoot video)

MOJOKERTOTIMES, MALANG – Belakangan ini, berbagai lapisan masyarakat khususnya di Kabupaten Malang. Dibuat gempar dengan rekaman video yang menampilkan salah satu pemuka agama. Dalam rekaman tersebut ustaz Sa'adullah Basuni terang-terangan menghina Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan KH Ma’ruf Amin.

Dari pendalaman MalangTIMES, cuplikan video yang menjadi viral tersebut, direkam pada bulan September 2018 lalu. Belakangan diketahui, Sa'adullah saat itu sedang memberikan ceramah di suatu kegiatan yang berlokasi di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang.

“45 anggota DPRD Kota Malang ketangkap 43. Abah Anton iku kabeh santri, melu kiai. Oleh motor apik, kabeh melu kiai tapi melanggar Habib Alwi bin Salim. (45 anggota DPRD Kota Malang ketangkap 43. Abah Anton itu semua ikut kiai. Dapat fasilitas mobil enak, semua ikut kiai tapi melanggar ketentuan Habib Alwi bin Salim),” kata Sa’adullah.

Menanggapi fenomena semacam itu, Sa’adullah mengimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Malang ikut Front Santri Indonesia (FSI). “Seluruh Kabupaten Malang harus, wajib ada FSI, ben gak dadi koyo Ma’ruf Amin. Santri PKI dieloki, Cino dieloki, Singkek dieloki, kafir dieloki. Pokoke oleh duek. (Seluruh Kabupaten Malang harus, wajib ada FSI, biar tidak jadi seperti Ma’ruf Amin. Santri PKI diikuti, Cina diikuti, Kafir diikuti. Asalkan dapat uang),” saran Sa’adullah.

Bahkan, dalam cuplikan video berdurasi sekitar 2.50 menit itu, Sa’adullah juga mengimbau agar berhenti ikut NU. Dia beranggapan jika NU saat ini memalukan.

“Dulu kiai-kiai dan ulama damel Ansor, Banser ngawe istiqarah. Tapi saiki kenek Banser PKI. Onok Banser nek Tumpang iki?, kongkon metu kongkon maju cek weroh aku perawakane. (Dulu kiai dan ulama membuat Ansor dan Banser melalui istiqarah. Tapi sekarang Banser jadi PKI. Ada Banser di Tumpang sini?, suruh keluar, suruh maju kedepan sini, biar saya tahu orangnya.),” kata Sa’adullah.

Sa’adullah beranggapan jika apa yang dia ucapkan bukanlah penghinaan. Salah satu tokoh pemuka agama ini beralasan jika apa yang diucapkannya sudah banyak beredar di youtube.

“Nek youtube Banser kok berubah, jogo gerojo, pengajian dicegat, biduan lemu belok-belok direwangi. Koyok kedadian ndek Tanah Abang. (Di youtube Banser kok berubah, menjaga gereja, pengajian dicegah, biduan sexy dibantu agar acaranya lancar. Seperti kejadian di Tanah Abang). ujar Sa’adullah.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top