Dua Caleg Laporkan Perusakan APK Ke Bawaslu

Salah Satu APK milik Moh. Kojin yang diduga dirusak
Salah Satu APK milik Moh. Kojin yang diduga dirusak

MOJOKERTOTIMES, BANYUWANGI – Perusakan alat peraga kampanye (APK) caleg terjadi di Banyuwangi. Setidaknya ada dua caleg yang mengaku APK-nya dirusak. Masing-masing APK caleg DPRD Banyuwangi dari PKB, Muh. Kojin dan APK caleg DPR RI dari PDIP, Banyu Biru Djarot. Kedua caleg ini sudah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Bawaslu Banyuwangi, Senin (11/2/19).

Ditemui usai melapor, Muh. Kojin menyatakan, ada 3 APK miliknya yang dirusak dan dibuang. Ketiga APK tersebut seluruhnya terpasang di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. APK tersebut dirusak kemudian dibuang di sungai tak jauh dari lokasi pemasangan APK. “Yang satu dibuang di sungai yang satu di semak-semak,” ujarnya.

Perusakan tersebut diduga dilakukan pada Rabu (6/2/19) sekitar pukul 01.00 dini hari. Dia mengetahui APK miliknya hilang setelah diberitahu warga pada pagi harinya. APK yang dirusak itu, menurutnya terpasang sekitar tiga bulan. Hanya saja APK itu baru diperbarui 3 hari sebelumnya. APK yang diduga dirusak ukuran 2 x 3 meter dan 1,5 x 7,5 meter.

Dia mengaku sudah mengetahui identitas orang yang diduga melakukan perusakan. Meski sudah mengetahui pelaku yang diduga melakukan perusakan namun Kojin enggan menyebutnya. Namun dia menyebut orang yang diduga pelakunya adalah orang Desa setempat. “Akan kami laporkan Polisi karena orang tersebut ditengarai banyak meresahkan masyarakat selain dalam bentuk perusakan APK,” tegasnya.

Selain Kojin, tim sukses caleg DPR RI Banyu biru Djarot juga melaporkan dugaan perusakan salah satu APK Banyu Biru Djarot yang terpasang di Desa yang sama. Bahkan perusakan APK Banyu Biru Djarot kali ini bukan kejadian pertama. “Itu bukan kejadian yang pertama tapi sudah dua kali di titik yang sama,” ujar Suburiyanto, Ketua Tim Sukses Banyu Biru Djarot di wilayah Dapil IV Banyuwangi.

Sama seperti Kojin, Suburiyanto juga mengklaim sudah mengetahui orang yang diduga sebagai pelaku perusakan. Bahkan dia menyebut seseorang berinisial D sebagai pelakunya. Pria ini  juga mengaku memiliki bukti berupa rekaman wawancara dengan saksi. Dari keterangan saksi, pelaku sempat ditegur oleh saksi kenapa merusak APK tersebut. Setelah ditegur, orang yang diduga sebagai pelaku langsung lari.

APK tersebut, lanjutnya, dicabut dari tempatnya dan kemudian dilempar. Untuk perusakan yang pertama disobek kemudian dibuang di lubang yang ada di tegalan. Namun, kata Dia, untuk perusakan yang pertama dirinya tidak mengetahui pelakunya.

Dia menyebut, sebenarnya APK milik Banyu Biru Djarot yang diduga dirusak cukup banyak. Lokasinya tidak meliputi wilayah dapil IV saja, tapi juga di dapil III. Kerusakannya rata-rata seperti disilet. Jumlah total APK milik Banyu Biru Djarot ada 59 APK. “Titiknya ada di Kecamatan pesanggaran, Siliragung, Purwoharjo dan Tegalsari. Paling banyak di Siliragung,” tegasnya.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top