Meski Lezat dan Paling Banyak Dicari, Tujuh Menu Kuliner Ini Mengandung Racun Dapat Memicu Kematian

Ilustrasi (Foto : 7Tube)
Ilustrasi (Foto : 7Tube)

MOJOKERTOTIMES, MALANG – Kuliner yang enak kerap membuat orang rela menempuh perjalanan jauh maupun merogoh banyak uang. Namun, tidak jarang para pencinta kuliner hanya mengutamakan rasa, tanpa mempertimbangkan bahaya dari makanan yang hendak disantap.

Parahnya, di beberapa rumah makan yang ada di belahan negara, justru menyediakan menu masakan yang terbilang berbahaya. Tidak jarang, pelanggan yang menyantap makanan tersebut, bisa mengalami keracunan lalu meninggal dunia.

Di Indonesia sendiri, juga memiliki makanan yang digemari masyarakat meskipun dapat menyebabkan keracunan. Salah satunya adalah yang disebut dengan istilah tempe bongkrek. Meski sudah dilarang, nyatanya masih saja ada pedagang yang menjual secara ilegal, demi memenuhi permintaan konsumen.

Lantas, bagaimana dengan negara lain?. Berdasarkan chanel youtub 7Tube, berikut tujuh daftar makanan beracun yang paling dicari oleh pencinta kuliner, yang berhasil dirangkum MalangTIMES.

1 . Feseekh

Feseekh merupakan olahan kuliner yang berbahan dasar ikan jenis payau. Faseekh sendiri, sudah menjadi salah satu kuliner tradisional khas negara mesir.

Makanan yang memiliki aroma menyengat ini, dijual bebas di kedai-kedai khusus, yang menjual produk olahan ikan di Kairo. Dalam beberapa kasus, para konsumen ditemukan keracunan setelah mengkonsumsi Faseekh. Bahkan, tidak sedikit dari mereka akhirnya mati. 

Dilansir dari BBC (British Broadcasting Corporation), pemerintah setempat telah memublikasikan akan bahaya mengkonsumsi Faseekh. Kenyataannya, masyarakat mesir tidak terlalu menggubris anjuran pemerintah, dan tetap memburu makanan beracun tersebut.

Biasanya, Feseekh disajikan dengan roti baladi, kemudian diberi sedikit minyak, dan kucuran air lemon, serta bawang merah untuk mengurangi rasa asin yang ada dalam menu kuliner tersebut. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, disarankan agar membeli menu ini dari fasakhani yang memiliki sertifikat.

Sebagai informasi, Fasakhani merupakan pakar pembuat menu masakan feseekh yang telah mendalami teknik pemilihan bahan serta pengolahannya selama bertahun-tahun lamanya.

2 . Sup Kelelawar Buah

Sup kelelawar buah, biasanya diolah oleh sebagian besar penduduk yang tinggal di Guam. Yakni pulau tropis yang berlokasi di benua Amerika. Di daerah tersebut, Sup Kelelawar Buah dijadikan salah satu menu tradisional. Salah satu kuliner ekstrem ini, berbahan dasar kelelawar utuh yang direbus bersama sayuran serta kuah santan.

Dilansir National Geographic, mengkonsumsi kelelawar buah dapat memicu penyakit lytico-bodig (penyakit saraf). Penyebabnya, hewan nokturnal tersebut, memiliki kandungan Dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT). Hal itu disebabkan karena kelelawar buah gemar mengonsumsi biji cycadophyta yang mengandung DDT dalam dosis tinggi.

Tidak hanya lytico-bodig, mengkonsumsi daging kelelawar buah dengan sembarangan dapat memicu ALS, Parkinson, serta Alzheimer.

3 . Ackee

Ackee, merupakan sejenis buah yang masih satu keluarga dengan kelengkeng serta leci. Bedanya, buah yang tumbuh subur di Jamaika ini, mengandung racun hypoglycin yang dapat menyebabkan mual serta muntah akut, setelah mengkonsumsinya.

Meski berbahaya, namun Ackee justru menjadi  salah satu makanan pokok di Jamaika. Bisanya, masyarakat  disana terbiasa menyajikan ackee dengan cara direbus dengan ikan cod asin. Menu ini bahkan dapat dikatakan sebagai hidangan nasional.

Perlu diketahui, racun hypoglycin yang terkandung pada biji ackee yang berwarna hitam, jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Dapat menyebabkan koma bahkan kematian.

Guna menghapus racunnya, warga Jamaika biasanya membuang bijinya terlebih dahulu. Kemudian ackee direbus hingga matang. Tutorial ini juga diterapkan oleh warga yang ada di beberapa negara Afrika Barat seperti Kamerun, Gabon, serta Benin.

4 . Ikan Fugu

Olahan ikan fugu merupakan salah satu hidangan mewah yang paling diminati oleh penduduk negara Jepang. Biasanya, hidangan Ikan Fugu mudah ditemukan di kawasan Shimonoseki.

Ikan fugu dapat diolah menjadi delapan tipe masakan, diantaranya sashimi, karaage, serta chirinabe. Salah satu hal yang menyebabkan ikan fugu dianggap sebagai hidangan mewah adalah proses pengolahannya yang terbilang susah.

Seorang koki yang bertugas mengolah fugu, merupakan koki yang sudah berlatih selama tiga tahun serta memiliki sertifikat. Bukan tanpa alasan, ikan fugu memang memiliki kandungan racun tetrodotoxin yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat, jika tidak diolah dengan benar.

Racun Tetrodotoxin berada di bagian tubuhnya yang berbeda-beda. Menurut para penggemar kuliner, livernya merupakan bagian yang paling lezat. Namun, bagian itu merupakan bagian yang paling beracun. Alasan inilah, yang menjadikan penyajiannya sudah dilarang oleh pemerintah setempat sejak tahun 1984.

5 . Jamur Otak (Gyromitra Esculanta)

Jamur otak atau yang disebut dengan olahan kuliner bernama Gyromitra Esculanta, merupakan varian menu yang juga disebut jamur palsu. Jamur Otak sendiri adalah salah satu bahan makanan yang terkenal di negara-negara Skandinavia serta Eropa Barat.

Biasanya jamur yang bentuknya mirip otak manusia ini dijadikan campuran omelet dan aneka tumisan. Sama halnya dengan menu ikan fugu, jamur otak juga berbahaya bagi kesehatan apabila proses pengolahannya dilakukan secara sembarangan.

Sebagai informasi, Jamur Otak memiliki kandungan racun gyromitrin yang dapat memicu reaksi alergi akut. Disarankan, sebelum diolah menjadi masakan, jamur otak wajib dikeringkan terlebih dahulu. Apabila ingin dikonsumsi dalam kondisi segar, sebaiknya direbus sebanyak dua kali serta dibilas dengan air. Meski tidak ada jaminan racunnya akan hilang, namun dengan tutorial ini, setidaknya sebagian besar kandungan racun sudah ternetralisir.

6 . Kodok Lembu Namibia

Kodok lembu atau yang dikenal dengan istilah giant bullfrog. Dianggap sebagai makanan lezat di berbagai negara di Afrika, khususnya Namibia yang menjadi habitat mutlak amfibi. Tidak hanya itu, masakan dari daging hewan tersebut, juga terkenal di negara-negara Karibia.

Pada umumnya tubuh katak yang paling banyak disantap hanya kakinya saja. Namun di Namibia, kodok lembu dimasak utuh. Hanya organ dalam serta kulitnya saja yang dibuang. Sebab bagian tersebut memiliki kandungan racun dalam dosis yang mematikan.

Permasalahan keracunan sebab menyantap daging fauna ini, juga banyak ditemui. Warga setempat menyebutnya oshiketakata yang berarti gagal ginjal temporer.

Kodok lembu relatif aman jika dikonsumsi seusai musim kawin serta hujan ketiga, sebab pada masa-masa itu kandungan racunnya relatif lebih sedikit.

7 . Hakarl – Islandia

Menu kuliner yang marak ditemukan di negara Islandia ini, disebut-sebut sebagai salah satu hidangan paling berbau di dunia. Selain itu Hakarl tergolong makanan yang dapat membahayakan nyawa, bagi yang mengkonsumsinya.

Sebagai informasi, Hakarl terbuat dari daging ikan hiu Greenland. Ikan predator tersebut tak mempunyai ginjal serta saluran kemih. Sehingga semua limbah serta zat beracun disaring melalui kulitnya.

Daging hewan ini juga memiliki kandungan racun yang mematikan. Oleh karena itu, pengolahan hakarl membutuhkan proses yang tidak sebentar, yakni selama enam bulan.

Agar aman saat dikonsumsi, daging ikan hiu wajib dikubur dalam timbunan batu kerikil guna menghapus semua cairan. Setelah itu, ikan akan difermentasi, kemudian dipotong-potong, serta digantung supaya lebih kering.

Apabila telah siap disantap, hakarl bakal berbau semacam ikan basi. Namun jika proses pengolahannya hanya sebentar, maka hakarl dapat mendatangkan beberapa penyakit bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top