Mantap Buat Kampung Arema, Sutiaji Sebut Sudah Banyak Investor Tertarik

Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MOJOKERTOTIMES, MALANG – Rencana Pemerintah Kota Malang untuk membangun Kampung Arema di kawasan Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru nampaknya terus dimantapkan. Karena pembahasan terkait kampung baru itu terus dilakukan dengan beberapa pakarnya.

Belum lama ini, Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan jika sudah ada beberapa investor yang tertarik dengan konsep Kampung Arema yang sudah ia sampaikan sejak pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Malang. Saat ini, beberapa penawaran yang masuk dari investor pun masih terus dikaji.

"Sudah banyak investor yang masuk. Tapi nanti kita lihat lagi, mana yang bisa lebih banyak menguntungkan Kota Malang," katanya pada wartawan.

Pria berkacamata itu menyampaikan, konsep Kampung Arema akan benar-benar dibuat sebagai miniatur Malang Raya. Bukan hanya kearifan dan ciri khas dari Kota Malang saja, tapi di dalamnya juga ada banyak miniatur dari potensi yang dimiliki Kabupaten Malang hingga Kota Batu.

"Ya misal seperti miniatur pantai, nanti akan dibangun di sana," imbuhnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, Kampung Arema akan dibuat dengan luasan lahan maksimal 25 hektare. Di dalamnya akan dibangun beberapa kawasan yang menunjukkan wilayah Malang Raya. Bangunan rumahnya pun akan dibuat sebagaimana gaya rumah Malangan.

Begitu juga dengan bahasa yang digunakan, seluruhnya akan menggunakan bahasa walikan. Sehingga wisatawan nantinya dapat belajar bahasa walikan yang memang banyak dikenal di seantero Indonesia.

"Makanan yang dijual makanan asli Malang, nanti transaksi juga menggunakan bahasa walikan," papar suami Widayati Sutiaji itu.

Konsep khas Malang yang ditonjolkan itu pun diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Malang. Terlebih, tol Malang-Pandaan sudah dioperasikan dalam waktu dekat. Kawasan Kelurahan Tasikmadu pun sangat berdekatan dengan pintu tol Mapan tersebut.

Sementara ketika disinggung berapa besaran biaya yang dibutuhkan, Sutiaji menyebut masih belum diketahui dengan pasti. Karena belum ada Detail Engineering Design (DED) yang dibuat dan masih akan dilakukan kajian terlebih dulu.

"Apakah nanti rumahnya akan dijual atau seperti apa masih akan dikaji lagi. Yang jelas di Kampung Arema itu nantinya akan jadi miniatur Malang Raya. Masuk sana akan terasa nuansa Malang," tutupnya. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top