Mahasiswa Tertabrak KA di Belakang Kampus, Ditemukan Catatan yang Bikin Iba

Kondisi korban Lukman saat di RSUD dr Iskak Tulungagung. / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Kondisi korban Lukman saat di RSUD dr Iskak Tulungagung. / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

MOJOKERTOTIMES, TULUNGAGUNG – Seorang mahasiswa IAIN Tulungagung bernama Lukmanul Hakim (20), yang berasal dari Dusun Harapan Jaya, Kecamatan Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, mengalami musibah tertabrak kereta api,  Sabtu (13/4) sekitar pukul 22.45 WIB. Kejadian tersebut tak jauh dari kampus tempat dirinya kuliah atau tepatnya di jalan jurusan perempatan Tirto ke arah utara.

"Kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Tirto, Desa Plosokandang," kata kasat lantas Polres Tulungagung melalui Kanit Laka Iptu Diyon Fitrianto.

Lukman yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda AG 6874 PH berjalan menuju utara. Sedangkan Kereta Api Malioboro Expres nomor KA 95 melaju  dari arah timur. 

"Semula sepeda motor yang dikendarai korban ini berjalan dari simpang empat Tirto (dari selatan) hendak menuju ke utara. Sesampainya di perlitasan kereta api, sepeda motor yang dikendarainya berhenti tepat di atas rel kereta api," ungkap Diyon.

Nasib naas tak bisa dihindari. Di saat bersamaan, dari arah timur datang kereta api sehingga terjadi tabrakan yang mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai Lukman terlempar ke kiri sekitar 30 meter. "Korban meninggal dunia di TKP dan kemudian jenazah dibawa ke RSUD dr Iskak," terangnya.

Sementara, dari keterangan warga, kereta api  dari arah timur sudah memberi isyarat saat akan melewati perlintasan yang rawan kecelakaan itu.  "Dari arah timur sudah berbunyi klakson kereta api. Tapi korban tetap melintas dan akhirnya terjadi kecelakaan," kata Jari (52), yang juga turut melihat secara langsung hingga dievakuasi.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Kemudian. bersama tim dari TEM, mereka membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Yang kian membuat terharu, dalam identitas yang ditemukan petugas, korban Lukman menuliskan sebuah catatan. Bunyinya: "Perjalanan Adalah Sekeping Penderitaaan, Tiada Hari Tanpa Kesan". 

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top