Pemilu Memanas, FKUB Sebar Surat Himbauan Pemilu Damai

ketua FKUB Abdul Halim, paling kanan foto bareng usai apel gelar pergeseran pasukan di alun alun (Agus Salam/Jatim TIMES)
ketua FKUB Abdul Halim, paling kanan foto bareng usai apel gelar pergeseran pasukan di alun alun (Agus Salam/Jatim TIMES)

MOJOKERTOTIMES, PROBOLINGGO – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo, tidak ingin Pemilu yang akan berlangsung 2 hari lagi tersebut, tidak aman. Karena itu, forum lintas agama tersebut bersurat ke lembaga atau ormas keagamaan.

Hal itu dilakukan, sebagai tindakan preventif agar pemilu berlangsung aman dan damai. Selain itu untuk menjaga dan mencegah upaya memecah belah persatuan dan kesatuan, serta keberagaman agama.

Hal tersebut disampaikan Abdul Halim, ketua FKUB setempat, usai Apel Gelar Pergeseran Pasukan Pemihan Umum Presiden-Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Tingkat I, DPRD Tingkat II, Senin (15/4) di alun-alun.

Disebutkan, selama berdiri FKUB belum pernah berkirim surat yang isinya himbauan pemilu.  Alasannya, dalam beberapa pemilu, baik pemilu presiden, Caleg ataupun pilkada konstalasinya berlangsung sejuk. Namun, pada pemilu yang akan berlangsung Rabu (17/4) mendatang, suasananya keras dan memanas.

Berdasarkan hal tersebut, forum yang dipimpinnya mengeluarkan himbauan. Isinya, menghimbau agar masyarakat tidak terjebak pada pertikaian yang akan memecahkan persatuan bangsa. Jangan perbedaan pilihan politik dijadikan alas an untuk merusak kerukunan dan persudaraan antar umat beragama. “Kepada peserta pemilu dan pendukungnya, bersaing secara sehat,” tandasnya.

Selain itu, FKUB meminta penyelenggara, pengawas dan penjaga keamanan pemilu untuk bersikap adil jujur dan tegas. Menghindari dan tidak melakukan praktek money politik, karena seluruh agama melarang hal tersebut. 

“Khusunya kepada pemimpin ormas keagamaan dan tokoh agama turut serta menciptakan suasana aman dan damai,” harapnya.

FKUB mengeluarkan himbauan, karena menurut hasil pengamatan dan analisanya, pemilu kali ini, akan berlangsung memanas dan mengeras. Masing-masing pendukung capres-cawapres dan caleg, saling menghujat dan menfitnah. Mereka mengunggulkan calonnya dan menghujat calon yang bukan pilihannya. “Jika ini dibiarkan, berpotensi menimbulkan perpecahan,” ujarnya.

Karena itu, FKUB mengambil langkah preventif, agar embrio yang sudah menyebar tidak membesar. Sehingga mengancam pelaksanaan pemilu atau pencoblosan. Surat himbauan tersebut, lanjut Abdul Halim dikirim ke sejumlah ormas keagamaan dan tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

“Sudah kami kirim himbauan ini ke sejumlah ormas keagamaan. Seperti, PCNU, PITI, Al Irsyad, Maria Bunda Karamel, Majelis Antar Gereja PHDi dan lain-lain,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top