Awas, Tim Pengawas Makanan Temukan Takjil Kandung Zat Berbahaya Boraks dan Pewarna Tekstil

Petugas tunjukan kerupuk goreng pasir yang mengandung Rodamin B (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Petugas tunjukan kerupuk goreng pasir yang mengandung Rodamin B (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

MOJOKERTOTIMES, TULUNGAGUNG – Tim Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung masih temukan takjil yang mengandung zat berbahaya. Zat berbahaya itu ditemukan dalam lauk berupa kerupuk goreng pasir dan kerupuk udang. Pada kerupuk udang, tim menemukan zat berbahaya borak. Sedang pada kerupuk pasir ditemukan pewarna tekstil rodamin B.

Temuan zat berbahaya itu saat tim melakukan uji sampel takjil di sejumlah sentra penjualan takjil di wilayah Desa Ketanon, pinka (pinggir kali),  Kelurahan Jepun dan Kepatihan, Jum'at (10/5/19). 

“Untuk kerupuk udang mengandung boraks, sedangkan kerupuk goreng pasir mengandung rodamin B,” terang Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki kepada tulungagungtimes.com.

Dalam pengujian ini, tim dilengkapi dengan mobil laboratorium lapangan yang menguji setiap sampel yang dibeli dari para penjual takjil. Pengujian menggunakan 4 tes kit, yaitu rodamin B (pewarna tekstil), boraks dan formalin (bahan pengawet kimia) serta metanil yellow (pewarna sintetis).

Selain menguji takjil yang dijual, petugas Dinkes juga memberikan edukasi kepada para penjual, seperti menjaga makanan tetap higienis, dan didukung sanitasi yang baik.

Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, ditemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal karena bakso dan makanan di foodcourt. “Kami berharap tidak terulang lagi KLB seperti tahun lalu. Karenanya penjamah makanan sangat penting untuk diedukasi,” tegas Masduki.

Selanjutnya pihaknya akan menelusuri produsen makanan yang terbukti mengandung bahan berbahaya. Berbeda dengan grosir makanan yang mengarah pada pemberian sanksi, untuk produsen makanan siap makan ini akan dilakukan pembinaan. “Mereka kan hanya industri rumahan skala kecil. Kami bina dulu, jangan langsung diberi sanksi agar usahanya tetap bisa berjalan,” ujar Masduki.

Uji sampel takjil ini nantinya juga akan dilakukan di wilayah pinggiran.Dengan pengujian tersebut, Dinas Kesehatan ingin memastikan, semua takjil yang dijual bebas dari bahan kimia dan aman dikonsumsi.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top