Mahasiswa UB Buat Robot Sumo, Bisa Dorong-Mendorong Layaknya Pesumo Manusia

Tim Ki KuSumo dari Filkom UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Tim Ki KuSumo dari Filkom UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MOJOKERTOTIMES, MALANG – Olahraga sumo sudah bukan lagi olahraga yang asing di mata dunia. Sumo adalah olahraga asli Jepang yang sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu.

Olahraga sumo dilakukan dengan saling dorong antara dua orang pesumo yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran.

Pesumo perlu berbadan besar dan gemuk. Hal ini karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang.

Nah, kini ada variasi sumo lain yang barangkali menarik pencinta sumo sekaligus pencinta game. 3 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Malang merancang robot sumo.

Ketiga mahasiswa FILKOM tersebut menamakan timnya Ki KuSumo, yang terdiri atas Muhajir Ikhsanushabri (Teknik Komputer), Abdullah Asy Syakur (Teknik Komputer) dan Rachmalia Dewi (Teknik Informatika).

Sama halnya seperti pesumo manusia, dalam bertanding robot sumo juga dorong-mendorong lawan hingga ke luar lingkaran. Operator robot mengendalikan robot sumo menggunakan kontroler nirkabel.

Belum lama ini, robot sumo rancangan ketiga mahasiswa itu meraih gelar Juara 2 kategori Smart Robotic Car - Sumo di Industrial Automation and Robotic Competition (IARC) 2019 di gedung Pusat Robotika, ITS, Surabaya. 

"IARC 2019 kategori Smart Robotic Car (SRC) dibagi menjadi dua sub kategori yaitu Sumo dan Smart Soccer Car. Pada sub kategori Sumo peserta harus membuat SRC yang dapat mendorong robot lawan keluar arena sesuai dengan peraturan pertandingan. Operator robot harus mengendalikan robot sumo menggunakan kontroler nirkabel," jelas Muhajir.

Setiap tim peserta bebas merancang robot masing-masing, namun tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku. Dimensi maksimum robot yang harus memenuhi panjang 20 cm, lebar 20 cm, tinggi 20 cm, berat robot selain konsol radio tidak boleh lebih dari 3 kg, dan baterai yang digunakan maksimal 12 volt.

"Yang menantang dari pembuatan robot ini adalah bagaimana merancang body robot hingga membuat motor penggerak robot tetap memenuhi ketentuan berat maksimum namun memilki daya dorong yang kuat," ungkapnya.

Untuk menentukan juara, dalam kompetisi ini dibagi dalam dua tahapan yaitu babak penyisihan grup atau group round dan knockout round untuk menentukan juara 1, 2 dan 3. Pada setiap round, pemenang pertandingan akan diberikan 1 poin.

Sedangkan bagi peserta kalah atau seri akan mendapat 0 poin. Pada group round peserta yang berpartisipasi dibagi dalam grup. Satu grup maksimal terdiri atas empat robot. Setiap robot akan melakukan sumo games dengan robot lainnya dalam grup. Robot yang lolos group round mendapatkan poin terbanyak. 

"Pada knock out round, robot yang lolos group round harus menjalani beberapa tingkatan sumo games, yang mana setiap games terdiri atas tiga ronde. Untuk bisa naik ke tiap tingkatan, games robot harus memenangkan 2 dari 3 ronde," terangnya.

Muhajir dan teman-temannya mengaku senang bisa meraih juara 2 di kompetisi tersebut. Meski demikian, mereka tidak berpuas diri begitu saja dan menjadikan pengalamannya kali ini agar bisa membuat robot sumo yang lebih kuat di kemudian hari jika ikut serta dalam kompetisi serupa.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top