Viral Video Acara Buka Bersama Pakai Miras, Ketua PCNU Kota Malang: Itu Penghinaan

Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqun Najah atau akrab disapa Gus Is (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqun Najah atau akrab disapa Gus Is (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MOJOKERTOTIMES, MALANG – Video yang menunjukkan acara buka bersama (buber) dengan suguhan minuman keras yang digelar Oppo di Hotel Atria Kota Malang viral di media sosial. Kecaman demi kecaman pun dilemparkan oleh warganet.

Kecaman datang bertubi-tubi karena suguhan miras dinilai tak sesuai dengan konteks buka bersama yang juga menjadi salah satu momen sakral saat Ramadan. 

Bukan hanya warganet. Aksi menyuguhkan miras dalam momen buka bersama  itu juga disoroti beberapa tokoh. Salah satunya Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang KH Isroqun Najah.

Pria yang akrab disapa Gus Is itu mencoba menelaah peristiwa tersebut dari dua sisi pandang yang berbeda. Dia menjelaskan, peristiwa itu dapat dikatakan sebagai bentuk penghinaan jika memang sudah direncanakan penyelenggara sejak awal.

"Kalau memang by design dan disiapkan sejak awal, maka itu bentuk penghinaan," tandas ketua PCNU Kota Malang  saat dikonfirmasi MalangTIMES, Jumat (17/5/2019).

Menurut Gus Is,  momen buka bersama bagi umat muslim menjadi salah satu momen sakral di bulan Ramadan. Meskipun esensi buka bisa dilakukan di rumah masing-masing, buka bersama saat ini juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan pula.

Dia pun sangat menyayangkan jika aktivitas buka bersama tersebut memang benar sejak awal dipersiapkan untuk disuguhkan miras. Sehingga dia menuntut agar penyelenggara acara memberi penjelasan terhadap kegiatan yang kini sudah dikonsumsi masyarakat secara luas tersebut.

"Dan jika itu memang bukan direncanakan dari awal, tapi tamu yang sengaja memesan, itu saja sudah sangat menodai ibadah dan esensi buka bersama tersebut," ucapnya.

Lebih jauh Gus Is menyampaikan agar hotel ke depan lebih selektif lagi. Sebab,  hotel merupakan salah satu fasilitas umum yang dikunjungi banyak tamu. Terutama untuk kegiatan buka bersama dan aktivitas keagamaan agar tak sampai kecolongan dengan suguhan seperti miras.

"Terlebih Kota Malang sudah menyiapkan diri sebagai destinasi wisata halal. Selama ini hotel juga memiliki aturan main pasti. Terutama mana yang dibolehkan menyuguhkan miras dan mana yang tidak. Jadi, ke depan kami harap bisa lebih selektif lagi," tegasnya. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top