Kakek 58 Tahun Cabuli Gadis 7 Tahun

Sp, tersangka Kasus Pencabulan pada gadis 7 tahun
Sp, tersangka Kasus Pencabulan pada gadis 7 tahun

MOJOKERTOTIMES, BANYUWANGI – Seorang pria setengah baya diamankan petugas Polsek Kabat. Dia adalah Sp (58), warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Dia ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap seorang bocah berusia 7 tahun. 

Sebut saja namanya Apeswati (nama samaran). Korban sempat sakit demam akibat perbuatan yang dilakukan tersangka.

Perbuatan amoral tersangka dilakukan pada bulan April lalu. Mulanya, korban bersama ayahnya mandi di sungai tak jauh dari rumahnya. Tersangka Sp juga mandi di sungai tersebut. Saat yang sama banyak anak kecil lain mandi di sungai itu. Beberapa saat kemudian ayah korban buang air besar. 

"Setelah buang air besar ayah korban pulang duluan meninggalkan anaknya yang masih mandi," kata Kapolsek Kabat AKP Supriyadi, Kamis (27/6/19).

Selanjutnya, tersangka Sp menyuruh anak-anak yang lain pulang. Sementara korban masih mandi sendirian. Saat itulah tersangka mulai menjalankan aksi bejatnya. Korban awalnya dipegangi tersangka. Dan selanjutnya tersangka melakukan perbuatan cabul pada bagian vital korban.

Aksi tersangka terhenti saat korban dipanggil ibunya. Detik itu juga korban diantar pulang ke rumahnya oleh tersangka. Setiba di rumahnya korban langsung tidur. Sebelum diantar pulang, korban sempat diberi uang oleh tersangka sebanyak Rp 5.000. "Setelah itu tersangka pulang ke rumahnya," terang mantan Kapolsek Kalipuro ini.

Pada hari itu, korban sempat mengeluh sakit pada kemaluannya. Saat itu, Ibu korban mengira kemaluan anaknya tertusuk kayu. Ketika dibersihkan dengan tisu pada bagian vital korban keluar bercak darah. Pada malam harinya, korban menceritakan kepada ibunya apa yang dilakukan tersangka Sp kepada dirinya saat berada di sungai.

Pasca kejadian itu, korban mengeluh sakit pada kemaluannya ketika buang air kecil. Selain itu korban juga sakit demam selama 2 hari. Orang tua korban kala itu enggan melaporkan kejadian itu ke polisi karena merasa sungkan. Sebab pelaku merupakan tetangganya sendiri. Namun akhirnya kejadian itu diketahui masyatakat. 

"Dua hari setelah Lebaran korban menceritakan perbuatan Sp  kepada seorang pemilik warung," jelas Supriyadi.

Kabar inipun menyebar dengan cepat sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Sampai akhirnya pada  Senin (24/6/19) sekitar pukul jam 23.00 WIB  sejumlah warga datang ke rumah orang tua korban. Mereka mengajak orang tua korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Berdasarkan laporan polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Dalam pemeriksaan, kata Supriyadi, tersangka Sp mengakui telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban. Untuk kepentingan penyidikan korban divisum  di rumah sakit. Polisi juga menyita sebuah rok warna merah milik korban dan baju kaos warna biru milik tersangka sebagai barang bukti. 

"Tersangka kita jerat dengan pasal 76D atau pasal 76E jo pasal 81 atau pasal 82 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," pungkasnya.

 

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]mojokertotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]mojokertotimes.com | marketing[at]mojokertotimes.com
Top