Warung milik Lianah warga dusun sekaran yang berlokasi di luar area situs Sekaran (Luqmanul Hakim/Malang Times)

Warung milik Lianah warga dusun sekaran yang berlokasi di luar area situs Sekaran (Luqmanul Hakim/Malang Times)



Pengunjung mulai banyak berdatangan ke lokasi temuan Situs Sekaran yang berada di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

Datangnya warga ke lokasi situs tersebut sebagian besar karena penasaran dengan temuan situs sekaran tersebut.

Salah satunya Dwi Putri, pengunjung yang masih berasal dari Kota Malang mengatakan bahwa kunjungannya ke situs tersebus karena rasa penasaran dan juga untuk mengedukasi anaknya untuk mengenalkan sejarah budaya tradisi masa lampau.

"Saya ke sini dengan istri dan anak saya karena penasaran. Saya juga sekalian kenalkan anak saya tentang seperti apa seni budaya tradisi peninggalan sejarah" ujarnya.

Sementara itu, moment tersebut dimanfaatkan oleh Lianah seorang warga perempuan dari dusun Sekaran. 

Ia memanfaatkan moment tersebut dengan berjualan diarea luar situs dan merupakan orang pertama yang berjualan di luar area situs tersebut. 

Ia mengatakan bahwa ia berjualan di atas lahan miliknya sendiri.

"saya jualan di atas lahan saya sendiri" ujar Lianah.

Ia menjelaskan alasannya berjualan di lokasi tersebut selain karena sudah banyak pengunjung yang datang untuk melihat situs dan juga untuk melihat langsung proses pengerjaan tol Mapan.

Di lokasi tempatnya berjualan tersebut, pengunjung bisa bersantai sambil melihat pemandangan landscape alam yang indah.

"Paling tidak ada 50 pengunjung datang setiap harinya mulai pagi sampai sore, lebih ramai lagi di hari Sabtu dan Minggu. Pemandangan di lokasi kan juga bagus" ujarnya.

Untuk berjualan tersebut, ia hanya mengeluarkan modal Rp 500 ribu dengan berjualan jajanan dan minuman.

Situs Sekaran tersebut saat ini sudah diberikan pengamanan berupa pagar melingkar terbuat dari bambu dan diberikan penjagaan oleh linmas setiap harinya. 


End of content

No more pages to load