ilustrasi pemilu 2019 (Foto : Dokumen MalangTIMES)

ilustrasi pemilu 2019 (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, terus berupaya dalam mengungkap dugaan kasus money politic yang melibatkan dua oknum Caleg (Calon Legislatif). Setelah sempat menggali keterangan dua orang dari tiga orang saksi yang dipanggil, Bawaslu baru saja memanggi dua orang saksi tambahan, Selasa (23/4/2019).

“Kedua orang saksi tambahan yang kami panggil adalah JW dan K (inisial). Dimana JW merupakan orang yang membagikan uang, sedangkan K adalah orang yang hendak diberikan uang,” kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva.

Seperti yang sudah diberitakan, praktik money politic yang terjadi di dua Desa yang ada di Kecamatan Turen ini. Diduga dilakukan oleh dua oknum Caleg dari kader partai demokrat, melalui tim suksesnya, pada Selasa (16/4/2019) lalu.

Caleg yang dimaksud adalah Caleg DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang Tono ST. Pihaknya diketahui terdaftar sebagai Caleg Dapil (Daerah Pilihan) II yang meliputi wilayah Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, dan Turen. Masih dari kader partai yang sama, Caleg DPR RI Nur Seto Budi Santoso yang terdaftar sebagai Dapil V yang meliputi wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, juga terjerat dalam pusaran dugaan kasus money politic.

Sebelum memanggil saksi tambahan, Bawaslu dikabarkan sudah memanggil tiga orang saksi, Senin (22/4/2019). Satu di antaranya adalah JW. Namun pada panggilan pertama, pihaknya dikabarkan memilih mangkir dari panggilan. Hingga akhirnya Bawaslu memutuskan untuk memanggil yang bersangkutan untuk kedua kalinya.

“Hari ini (Selasa) hanya saksi tambahan K saja yang memenuhi panggilan. Sedangkan JW tidak mendatangi proses pemanggilan yang kami layangkan,” sambung George saat ditemui MalangTIMES.com.

Menanggapi hal ini, George menuturkan jika dirinya bakal terus melanjutkan proses penyelidikan. Salah satunya mendalami hasil dari keterangan saksi, serta beberapa barang bukti yang didapat petugas. Di antaranya rekaman video saat JW menyerahkan amplop berisi uang, serta sejumlah uang senilai Rp 40 ribu dan Rp 70 ribu yang hendak diberikan kepada calon pemilih. “Rencananya besok kami beserta pengawas bakal melakukan kajian, hasilnya bakal langsung kami serahkan ke Gakumdu yang kemudian diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar George.


End of content

No more pages to load