Mucikari dan PSK yang buka praktik di bekas lokalisais Ngreco diamankan anggota Polres Blitar.

Mucikari dan PSK yang buka praktik di bekas lokalisais Ngreco diamankan anggota Polres Blitar.



Kepolisian Resort (Polres) Blitar menangkap seorang perempuan atas sangkaan mucikari prostitusi dan empat pekerja seks komersial (PSK). Mereka diamankan saat bertransaksi di eks lokalisasi Mbok Gampeng, Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitrar, Minggu (19/5/2019) malam kemarin. Mereka langsung digelandang ke Polres Blitar untuk penyidikan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, pengungkapan bisnis prostitusi itu berawal saat anggota Satreskrim Polres Blitar menggelar Operasi Pekat Semeru 2019. Sasarannya adalah eks lokalisasi Mbok Gampeng. “Anggota menduga ada beberapa orang melakukan prostitusi disana,” ungkap Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanuddin.

Benar saja, saat dicek di lokasi, polisi mendapat beberapa PSK sedang melayani konsumen. Mereka berhubungan seksual layaknya suami dan istri dengan pria hidung belang di dalam kamar yang disediakan. “Saat kami introgasi para PSK mengaku sebagian hasil uangnya diserahkan ke mucikari,” paparnya.

Mucikari itu bernama Mujiem atau akrab disapa Bu Nik. Kepada polisi, para PSK mengaku uang hasil melayani pria hidung belang diserahkan ke mucikari sebagian. Dalam sekali kencan, para PSK dibayar Rp 100 ribu. Setiap PSK tarifnya tidak sama. Tergantung penawaran.

Nantinya, uang hasil esek-esek itu dibagi. Pembagiannya, mucikari mendapat Rp 15 ribu. Para PSK itu juga dikenai biaya sewa kamar oleh mucikari sebesar Rp 700 ribu per bulan. Para pria hidung belang yang dilayani itu berasal dari sejumlah wilayah di Blitar. “Ada juga kami temukan warga Kota Malang,” teangnya.

Selain mengamakan sang mucikari, polisi juga mengamankan empat PSK yang sudah emak-emak itu. Keempatnya adalah SL (54), LST (37), NS (44), dan DA (35). Mereka dibawa ke Polres Blitar untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dari penggerebekan itu polisi juga menyita barang bukti. Yakni uang tunai Rp 100 ribu, celana dalam milik PSK dan milik pria hidung belang, sprei. “Kami akan terus melakukan giat operasi pekat ini agar tercipta situasi aman dan kondusif selama Ramadan dan jelang Lebaran,” pungkasnya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load