Terdakwa Thomas (baju orange) saat mengikuti persidangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Terdakwa Thomas (baju orange) saat mengikuti persidangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Sidang kasus pengelapan dalam jabatan terus bergulir dipersidangan di Pengadilan Negeri (PN) Malang. 

Dalam agenda sidang tersebut, eksepsi dari terdakwa Thomas Zachrias (60) warga Lembah Dieng, Kecamatan Sukun, Kota Malang akhirnya ditolak Ketua Majelis Hakim.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Djuwanto membenarkan, jika dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Noor Ichwan Ichlas Ria Adha, SH, hakim anggota Byrna Mirasari, SH, MH dan Ratna Muria Rinanti, SH, M. Hum, pada sidang putusan sela, di PN Kota Malang, (26/06/2019), eksepsi dari terdakwa ditolak.

"Untuk sidang kali ini, eksepsi terdakwa memang ditolak hakim. Itu artinya sidang akan dilanjutkan pada materi pokok perkara," jelas Djuwanto (26/6/2019).

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Wahyu Hidayatullah, menjelaskan setelah persidangan pembacaan eksepsi terdakwa, pihaknya akan segera mendatangkan sejumlah saksi untuk memberikan keterangan.

"Lima saksi akan kami hadirkan pada agenda pekan depan. Mengingat, ketua majelis hakim sudah menyatakan materi pokok perkara," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, saksi-saksi yang akan dipanggil nantinya, memang tidak dijelaskan secara detail. 

Namun ia menyebut, yang pasti salah satunya adalah saksi pelapor.

"Tentunya saksi pelapor. Ada lagi pihak-pihak lain yang memang menegtahui masalah ini, " jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Thomas didakwa dengan dakwaan tunggal pasal 374, tentang penggelapan dalam jabatan, junto pasal 64 ayat 1.

Sebab, Thomas yang juga merupakan mantan Direktur perusahaan percetakan CV Mitra Sejahtera di Jl. Indragiri Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini, didakwa melakukan penggelapan dalam jabatan uang sebesar Rp 900 juta milik CV.

Perusahan yang ia pimpin tersebut, merupakan kerjasama antara Thomas dan Megawati mulai tahun 2009. 

Saat itu Thomas menjabat sebagai direktur yang termasuk mengelola keuangan. Namun selama berjalannya waktu, Thomas tak pernah memberikan pelaporan keuangan.

Ketika dilakukan audit ditemukan sembilan rekening.  Di situ terdapat pengeluaran sejumlah uang yang diduga dilakukam Thomas untuk kepentingan pribadi. 

Sampai akhirnya, muncullah kerugian dengan nominal Rp 900 juta. Dan dari situ, Megawati yang merasa ditipu, melaporkan Thomas ke polisi.


End of content

No more pages to load