Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Upaya menanggulangi penyakit Tuberculosis (TBC), menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan Kota Malang. Lantaran, masih banyak warganya yang dinilai kurang memperhatikan persoalan penyembuhan penyakit ini.

Padahal, jika ditangani dengan proses pengobatan yang sesuai, penyakit TBC bisa disembuhkan.

Salah satu yang selalu rutin diberikan kepada masyarakat yakni dengan pemberian Obat Anti Tuberculosis (OAT) kepada pasien. Dalam hal ini, Dinas Kesehatan Kota Malang melibatkan setiap Puskesmas yang ada untuk memberikan ketersediaan obat tersebut.

"Obatnya itu rutin dan disediakan cukup untuk kebutuhan pasien," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Supranoto.

Lebih lanjut, Pranoto menjelaskan, pemberian stok obat kepada masing - masing Puskesmas tersebut sebagai salah satu tindakan dalam mengantisipasi banyaknya penderita TBC di Kota Malang. 

Jumlah obat yang diberikan kepada masing-masing Puskesmas tidaklah sama. Karena hal itu disesuasikan dengan jumlah penderita di setiap wilayah. Setiap puskesmas telah memiliki petugas yang bertanggung jawab untuk melaporkan kepada Dinas Kesehatan berapa yang diperlukan untuk kebutuhan pasiennya.

"Iya itu tidak sama ya, tiap Puskesmas. Karena tergantung jumlah penderita juga, kita berikan hanya obat," ungkapnya.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi akibat bakteri mycobacterium tuberculosis. Biasanya, penyakit ini menyerang paru-paru. Tapi bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ tubuh lainnya. 

Penyakit ini mudah menular, yakni melalui udara ketika berhadapan dengan seseorang yang terinfeksi TBC. Misalnya saat si penderita sedang batuk, atau bersin. Karenanya penderita juga kerap dianjurkan untuk selalu mengenakan masker.


End of content

No more pages to load