Direktur Utama BPF M. Khusyen Azhari. (Foto: Istimewa)

Direktur Utama BPF M. Khusyen Azhari. (Foto: Istimewa)



Perusahaan pialang berjangka PT Bestprofit Futures (BPF) mencatatkan progres pertumbuhan positif. Pada semester I 2019 ini, BPF  membukukan total volume transaksi 492.475 lot. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 23,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pimpinan Cabang BPF Malang Andri Phung mengungkapkan bahwa volume transaksi tersebut mengalami kenaikan sebesar 23,68 persen dibandingkan 2018 lalu yang mencatatkan angka 398.188 lot. "Produk bilateral atau SPA menjadi pendorong pertumbuhan dengan total volume transaksi sebanyak 446.963 lot atau meningkat 23,94 persen," ujarnya.

Andri menguraikan, transaksi bilateral masih mendominasi menjadi pendorong utama. "Transaksi bilateral memberikan kontribusi sebesar 90,75 persen dari seluruh total volume transaksi. Sementara untuk total volume transaksi multilateral (komoditas) sebanyak 45.512 lot atau tumbuh 21,17 persen dibandingkan semester pertama 2018 lalu," terangnya.

Dari sisi nasabah baru, lanjut Andri, dalam enam bulan pertama di tahun ini BPF berhasil menarik 1.203 nasabah baru. "Angka ini juga meningkat 10,57 persen dibandingkan semester pertama di tahun lalu. Pertumbuhan nasabah baru ini menunjukkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat dan juga literasi terhadap perdagangan berjangka yang semakin baik," paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPF M. Khusyen Azhari mengatakan bahwa waktu enam bulan pertama menjadi penentu langkah hingga akhir tahun. Hasil evaluasi kinerja sekarang membuktikan bahwa BPF dapat terus bertumbuh dan melaju meski kondisi ekonomi yang cukup menantang, di tengah berlangsungnya momen pesta demokrasi.

"Semua dicapai berkat dukungan nasabah yang memiliki kepercayaan yang kuat kepada kami, juga para karyawan yang senantiasa fokus pada arah tujuan perusahaan untuk mencetak prestasi yang membanggakan dalam situasi sesulit apa pun," sebutnya. 

Saat ini BPF menempati urutan teratas nomor dua dari lima perusahaan pialang berjangka terbesar nasional, dengan total pangsa pasar mencapai 12,96 persen berdasarkan data Bursa Berjangka Jakarta.


End of content

No more pages to load