Petugas unit laka saat melakukan olah TKP. (Unit Laka)

Petugas unit laka saat melakukan olah TKP. (Unit Laka)



Lagi-lagi, kecelakaan maut terjadi di Kota Malang. Pagi tadi (Selasa 23 Juli 2019), seorang ibu rumah tangga kehilangan nyawa setelah dihantam  mobil pikap di simpang empat kawasan Jalan Raden Tumenggung Suryo dan Jalan Lahor.

Kejadian kecelakaan maut tersebut terjadi pada pukul 05.30 WIB. Korban bernama Suci Wahyu Ningsih (42), warga Jl Sebuku XVII RT 04 RW 06, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Korban merupakan seorang penjual rujak manis di kawasan Sulfat. Dan saat itu, korban diduga tengah hamil tua, sekitar tujuh bulan. Suci diperkirakan habis berbelanja untuk keperluan berjualan rujak manis.

Kecelakaan bermula ketika mobil pikap bernopol N 1913 DC melaju dari arah selatan ke utara. Diduga karena pengemudi mobil pikap kurang waspada depan ketika melintas, langsung saja dia menabrak korban yang saat itu berhenti di tengah jalan.

Suci saat itu bermaksud berbelok ke kanan untuk menuju ke arah timur. Dia ditabrak dari belakang hingga  terjatuh dan membentur aspal.

Darah segar pun mengucur dari tubuh korban. Bahkan helm yang dipakai korban sampai hancur. Akibat luka-lukanya, Suci meninggal dunia di TKP.

Satlantas Polres Malang Kota  melakukan olah TKP. Selain itu, petugas meminta keterangan saksi-saksi.

Pengemudi pikap juga berhasil diamankan. Pengemudi itu bernama Muflickin Arif (36), warga Banjarsari RT 01 RW 03, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. "Pengemudi pikap sudah kamibamankan dan kami periksa lebih lanjut," ucap Kanit Laka Polres Malang Kota, Iptu Deddy Catur.

Atas kejadian itu, satlantas kembali mengimbau agar semua pengendara mematuhi semua aturan dan rambu lalu lintas yang ada. Jika tidak, akan terjadi kejadian yang bisa merugikan banyak pihak.

Polisi  juga meminta para pengendara untuk bisa menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Sebelum berkendara, perlu dipersiapkan segala sesuatunya, seperti surat-surat dan kelengkapan kendaraan.

"Patuhi peraturan lalu lintas, berhati-hati dan waspada dalam berkendara. Hindari berkendaraan dengan kecepatan tinggi yang mengakibatkan laka lantas dan merugikan pengguna jalan lain. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Jangan lupa berdoa sebelum berkendara agar selamat sampai dengan tujuan," pungkas Iptu Deddy Catur. 

 


End of content

No more pages to load