Tim penilai DLH Kab Blitar saat melaksanakan penilaian di Desa Gogodeso.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Tim penilai DLH Kab Blitar saat melaksanakan penilaian di Desa Gogodeso.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar lomba kebersihan lingkungan melalui sistem penilaian bank sampah. Lomba itu digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan sampah dan administrasi bank sampah di  Kabupaten Blitar.

Penilaian lomba bank sampah ini dilakukan mulai 22 hingga 23 Juli 2019. Lomba ini diikuti 17 desa/kelurahan dari 7 kecamatan di Kabupaten Blitar.

 Adapun komponen yang dinilai tim juri meliputi administrasi, kelembagaan, modal dan partisipasi masyarakat. Pemenang lomba akan diumumkan di puncak Hari Lingkungan Hidup sedunia yang digelar 26 Juli mendatang.

Kasi Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Blitar Eko Harnanto mengatakan, lomba bank sampah yang digelar merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia yang pelaksanaannya bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Lomba ini bertujuan pembinaan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bank sampah di Kabupaten Blitar.

“Kami  tidak hanya menilai, tapi juga memberikan edukasi bagaimana cara mengelola sampah yang baik dan benar. Agar nanti nasabah bank tidak dirugikan,” ungkap Eko  kepada BLITARTIMES, Selasa (23/7/2019) ditemui di sela-sela penilaian lomba bank sampah di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro.

Desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar terlihat sangat antusias mengikuti perlombaan ini. Menurut Eko, sejauh ini masyarakat sangat antusias menghidupkan dan mengelola bank sampah. Salah satunya menyukseskan program Balistik (Blitar Libas Sampah Plastik). “Tujuan akhir dari bank sampah ini, kita harus bisa mengurangi sampah dari sumbernya,” tandasnya.

Lebih dalam Eko menyampaikan, lomba ini belum diikuti seluruh bank sampah di Kabupaten Blitar. Tahun depan pihaknya akan lebih meningkatkan partisipasi desa/kelurahan untuk mengikuti lomba. Tujuannya agar kualitas dan mutu bank sampah di Kabupaten Blitar benar-benar bisa meningkat.

“Informasi yang kami terima, masih banyak bank sampah yang masih pemula, masih belajar dan minta bimbingan. Kami akan terus tingkatkan bimbingan agar tahun depan peserta lomba ini lebih banyak lagi,” kata dia.

Lomba bank sampah ini mendapat sambutan luar biasa dari desa/kelurahan di Kabupaten Blitar. Seperti diungkapkan Kepala Desa Gogodeso Choirul Anam, yang berharap lomba ini dapat mengubah mindset kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Di samping itu, juga meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kami berharap lomba bank sampah ini bisa memberikan pembinaan yang mengena kepada masyarakat kami terkait sampah. Pembinaan harus terus-menerus agar masyarakat semakin termotivasi mengurangi dan mengendalikan limbah di lingkungannya,” ucap Eko.

Dijelaskan, Desa Gogodeso telah merasakan dampak positif dari keberadaan bank sampah. Setelah ada bank sampah, warga tidak bingung lagi membuang sampah yang bisa didaur ulang. Selain volume sampah berkurang, pihaknya pun terus mendorong agar sampah organik bisa dikelola dengan baik.

“Dengan mengelola sampah dari sumbernya, maka alam kita tetap lestari. Udara kita tetap bersih dan air kita tidak terkontaminasi dan seluruh warganya bisa sehat,” pungkasnya. (kmf)


End of content

No more pages to load