Wali Kota Risma
Wali Kota Risma

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Surabaya sudah hampir tembus seribu kasus. Angka ini sesuai dengan prediksi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebelumnya.

Terakhir pada Kamis (14/5) ada penambahan sebanyak 51 kasus. Sehingga total sudah ada 921 kasus di Surabaya. Sebanyak 121 di antaranya sembuh, sementara 102 lainnya meninggal dunia.

“Saat ini pasien positif Covid-19 di Jatim tercatat ada 1.858 orang. Dan yang masih dalam perawatan sebanyak 1.384 orang,” terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menggelar konferensi pers di Gedung Negara Grahadi.

Dengan adanya 1.858 kasus tersebut, berarti jumlah kasus di Surabaya mencapai separo dari akumulasi kasus Covid-19 di Jatim. Sementara, terbanyak kedua adalah Sidoarjo dengan 235 kasus.

Terkait banyaknya kasus Covid-19 tersebut, jurnalis senior Dhimam Abror memberikan catatan terhadap kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Menurut dia, Risma terlalu sentralistik dalam mengambil banyak keputusan di Kota Pahlawan selama ini.

"Gaya kepemimpinan Risma yang "one woman show" tidak cocok diterapkan untuk mengatasi musibah wabah ini. Reputasinya bisa tercoreng karena kebijakannya yang inaktif," kata Dhimam.

Sebaliknya, Dhimam memuji Khofifah yang terus menunjukkan strong leadership dengan memperpanjang PSBB di Surabaya Raya dan memperluasnya di Malang Raya saat ini.

Demikian halnya Dhimam menyoroti buruknya komunikasi antara Risma dengan anggota legislatif non-PDIP.

"Bukan cuma komunikasi vertikal yang bermasalah. Komunikasi horizontal Risma dengan DPRD Surabaya juga memanas," tuturnya.

Dhimam menjelaskan adanya fraksi-fraksi non-PDIP mendesak pembentukan panitia khusus karena tidak puas atas kinerja Risma. Namun, desakan ini ditolak oleh fraksi PDIP. "Tapi hubungan Risma dengan dewan telanjur hambar," imbuhnya.

Gaya kepemimpinan One Man Show ala Risma ini memang kentara belakangan ini. Contohnya ketika rapat pembahasan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Surabaya Raya di Gedung Negara Grahadi bersama Gubernur Khofifah. Ketika Risma dua kali berhalangan hadir dia tidak pernah mendelegasikan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Yang didelegasikan oleh Risma justru adalah Sekretaris Kota Hendro Gunawan. Selain itu, Risma tak pernah terlihat menggandeng serta menampilkan Whisnu dalam banyak acara di Balai Kota Surabaya pada saat penanganan Covid-19 sekarang ini.

Meski tak seberapa diberikan peran, Whisnu bukannya diam saja menghadapi wabah Covid-19 di Surabaya. Terakhir dia terpantau melakukan sidak sendirian di kantor-kantor kelurahan untuk mengecek distribusi bantuan.